Dalam era digital dan komunikasi global saat ini, istilah bahasa Inggris seringkali muncul dalam percakapan sehari-hari. Salah satu kata yang cukup sering kita dengar adalah literally. Meskipun terlihat sederhana, arti dan penggunaan kata literally kerap menimbulkan kebingungan, terutama bagi penutur non-native English seperti kita di Indonesia. Artikel ini akan membahas secara tuntas literally itu apa, bagaimana penggunaan yang tepat, serta contoh penggunaannya dalam konteks yang berbeda. Liputan6 Tekno
Apa Itu Literally?
Kata literally berasal dari kata dasar literal yang berarti “secara harfiah.” Secara sederhana, literally digunakan untuk menegaskan bahwa sesuatu yang diucapkan atau ditulis adalah benar-benar terjadi atau sesuai dengan arti sebenarnya tanpa ada kiasan atau hiperbola.
Misalnya, jika seseorang mengatakan, “I literally ran 10 kilometers,” artinya orang tersebut benar-benar berlari sejauh 10 kilometer, bukan hanya bercanda atau melebih-lebihkan.
Makna Harfiah vs Makna Kiasan
Secara tradisional, literally digunakan untuk memperjelas bahwa ucapan itu harfiah dan tidak mengandung unsur metafora, sindiran, ataupun hiperbola. Namun, dalam praktik sehari-hari, kata literally kadang juga digunakan secara kiasan atau hiperbolik, terutama dalam bahasa Inggris Amerika modern.
Contoh:
- Meaning harfiah: “I literally died laughing.” → Tidak benar-benar meninggal, tapi tertawa sangat keras.
- Meaning populer: “He literally exploded with anger.” → Tidak benar-benar meledak, tapi sangat marah.
Penggunaan seperti ini menimbulkan perdebatan di kalangan linguistik, antara pengguna yang mempertahankan arti harfiah dan mereka yang menerima memperluas makna literally sebagai penegasan emosi atau intensitas.
Sejarah dan Perkembangan Penggunaan Literally
Originally, literally digunakan secara ketat untuk menunjukkan arti sebenarnya dari suatu kata atau frasa. Namun, sejak abad ke-18 dan terutama pada abad ke-20, penggunaan literally melebar menjadi bentuk ekspresi yang lebih emosional. Memahami Realita Ekspektasi dalam Dunia Teknologi: Antara
Menurut penelitian bahasa, penggunaan literally sebagai hiperbola mulai diterima secara informal dan bahkan digunakan dalam literatur dan media populer. Meski demikian, dalam konteks formal atau akademik, literally tetap disarankan untuk digunakan sesuai dengan arti harfiah.
Cara Menggunakan Literally yang Benar
Agar penggunaannya tepat dan efektif, berikut beberapa tips untuk menggunakan literally:
- Gunakan literally untuk menegaskan fakta atau kebenaran secara harfiah.
Contoh: “The book literally fell off the shelf.” (Buku benar-benar jatuh dari rak) - Hindari memakai literally untuk mengekspresikan perasaan yang berlebihan bila konteksnya formal.
Contoh kurang tepat: “I literally love this song.” (Kalau tidak benar-benar cinta, ungkapkan tanpa literally) - Pahami konteks dan audiens.
Dalam percakapan santai, penggunaan literally sebagai hiperbola cukup umum diterima.
Contoh Kalimat Menggunakan Literally
Berikut ini beberapa contoh kalimat dalam bahasa Inggris dan arti bahasa Indonesianya yang menggunakan kata literally:
Penggunaan Harfiah
- “She was so scared, she literally froze on the spot.”
(Dia sangat takut, sampai benar-benar membeku di tempat itu.) - “I literally have no money left.”
(Saya benar-benar tidak punya uang sama sekali.)
Penggunaan Kiasan (Hiperbola)
- “I literally died when I heard the news.”
(Saya sangat terkejut/senang sampai merasa seperti mati.) - “He literally jumped out of his seat with excitement.”
(Dia sangat bersemangat sampai melompat dari kursinya.)
Apakah Literally Sering Disalahgunakan?
Dalam penggunaan sehari-hari, literally sering dianggap disalahgunakan atau dipakai berlebihan sehingga maknanya menjadi kabur. Banyak orang menggunakan literally untuk menunjukkan intensitas tanpa bermaksud arti harfiah.
Fenomena ini menimbulkan perasaan kurang nyaman bagi sebagian orang yang menganggapnya sebagai kesalahan bahasa. Namun, sebagaimana bahasa yang hidup, penggunaan literally sebagai ekspresi emosional juga menjadi bagian dari evolusi bahasa Inggris.
Kesimpulan
Kata literally secara dasar berarti “secara harfiah” dan digunakan untuk menegaskan bahwa sesuatu benar-benar terjadi sesuai kata-katanya. Namun, dalam perkembangan bahasa modern, kata ini juga dipakai sebagai penegasan intensitas perasaan atau hiperbola dalam percakapan santai.
Bagi pembelajar bahasa Inggris atau penutur Indonesia yang ingin menggunakan literally, penting untuk memahami konteks agar kata ini digunakan secara tepat dan tidak membingungkan pendengar atau pembaca.
FAQ Tentang Literally
1. Apakah literally selalu berarti “secara harfiah”?
Tidak selalu. Secara tradisional, literally berarti secara harfiah. Namun dalam bahasa sehari-hari, especially dalam bahasa Inggris Amerika, literally juga sering digunakan sebagai hiperbola untuk menekankan sesuatu. Arti Aquarius: Mengenal Zodiak, Simbol, dan Karakteristiknya
2. Apakah penggunaan literally sebagai hiperbola dianggap salah?
Dari perspektif tata bahasa tradisional, penggunaan ini dianggap salah. Namun dalam praktik komunikasi modern, penggunaan ini sudah cukup umum dan bisa diterima dalam konteks informal.
3. Bagaimana cara membedakan penggunaan literally yang benar?
Perhatikan konteks dan audiens. Jika situasi formal atau akademik, sebaiknya gunakan literally hanya untuk arti harfiah. Dalam komunikasi santai, penggunaan sebagai ekspresi emosi bisa diterima.
4. Apakah kata literally hanya digunakan dalam bahasa Inggris?
Ya, literally adalah kata dalam bahasa Inggris. Namun, dalam komunikasi bahasa Indonesia yang dipengaruhi bahasa Inggris, kata ini kadang digunakan sebagai istilah serapan.
5. Adakah padanan kata literally dalam bahasa Indonesia?
Padanan kata literally dalam bahasa Indonesia adalah “secara harfiah.” Misalnya, “Kalimat itu berarti secara harfiah seperti ini.”